Langit kembali menangis saat bumi kembali berduka , ketika satu persatu hembusan nafas yang pernah diberikan sementara kini harus kembali diambil oleh sang pencipta . Siapa yang bisa menebak dan menentukan kapan hembusan nafas yang hanya titipan ini berakhir ?? Jika bisa diperpanjang maka mereka akan memohon untuk itu bukan ??
Saat mata kabur dengan sendirinya hanya memandang gelap gulita layaknya alam yang tak berpenghuni , mulut yang biasa mengeluarkan kata bahkan suara kini hanya hanyut dalam buaiaan sunyi semua akan kaku dengan sendirinya saat itu pula penyesalan akan tak berati apa apa ketika semua beralur takdir ..
Salam manis untuk orang yang ku sayang doa terbaik untuk kalian selalu aku lantunkan dan titik dendam pun telah musnah ketika aku belajar untuk merida kan semuanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar