Kamis, 12 November 2015
Bahasa Kalbuku Berbicara
Bahasa kalbu belum bisa untuk aku terjemahkan , melainkan tutur kata dan tutur hatiku sangat berbanding terbalik. Bagaimana tidak ? ketika Bibirku mengucapkan tidak tetapi hatiku masih menyimpan kata rasa sayang yang begitu dalam padamu walalupun memang kadang menyakitkan tapi apalah daya aku hanya bisa menunggu sebuah kepastian dan kuharapkan tak menyakitkan.
Sekarang kita ibaratka sebuah Layangan yang ditarik ulur bagaimana tidak ? kisah yang baru saja dimulai kini hanya menunggu sebuah kepastian . Semua tingkahmu yang dulu membuatku tersenyum disetiap detiknya sekarang banyak terselip firasat keragu-raguan dan jujur aku merasakanya.
Hidup kita bagaikan sembuah hembusan angin yang mengajak ilalang menari-nari , batu karang yang tetap kokoh walau dihempas gelombang lautan,hitam dan putih yang kadang tak bisa dipisahkan .
Ketika hembusan angin mengajak ilalang menari , begitu pula kau hadir mengisi relung hati yang tadinya sunyi menjadi berwarna dan bersuara. Batu karang yang tetap kokoh walupun di hempas gelombang , seperti perasaan ku sekarang aku masih disini dibarisan yang paling depan membawa suatu kepastian untukmu walupun aku tau itu mustahil untukku. Dan hitam yang takkan jadi putih , begitu pula sebuah perjuangan yang awalnya dengan sebuah perjuanagn harus kah aku abaikan begitu saja ?? aku tau aku hanyalah seorang yang anak yang baru seumur jagung untuk mengenal kata " C I N T A" tapi aku paham akan makna itu karna aku mempunyai perasaan yang tak bisa ku bohongi sedikitpun ,aku mengerti tentang kesibukanmu dan aku memahaminya bahkan hanya sedikit waktu yang bisa kita luangkan dan aku menegrtinyaa tapi mengertilah aku yang hanya menunggu kabar darimu sudah itu saja . Ketika aku bisa mengerti kesibukanmu dan mungkinkah kau mengelak bahkan mencoba mengabaikan aku , aku hanya bisa diam dan tersenyum walupun itu hanya lewat bibirku . Jangan sampai aku lelah untuk memahamimu tapi kau tak menghargai perasaanku sayang suatu saat aku akan berdidri diurutan paling belakang bahkan menghilangkan semua kisah indah ketika aku merasa sangat-sangat tidak berharga dimatamu saat itu juga..
Kita adalah H I D U P dan M A T I , karna kita dipertemukan dengan begitu banyak kenangan indah seperti kata seseorang " cerita kita seperti Sebuah Lagu Sahabat Kecil" jangan hanya melihat judul tersebut tetapi dengar dan hayatilah setiap bait kata yang syahdu dan begitu indah ketika disimak bagitu indah rangkaiaan katanya ,serta sebuah kematian yang tak pernah kita tau kapan itu terjadi , Ketahuilah sebuah pertemuan yang indah akan diakhiri dengan perpisahan yang indah pula dan semua itu adalah rencana allah yang tak bisa kita ketahui . Akan ku kenang ucapanmu disini dilubukhatiku terdalam walaupun nantinya hanya menjadi Momoriku.
Ketika bahasa kalbu menerorku,
Iga Ayu Oktavia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar