Rabu, 13 Januari 2016

#Edisi Ujian Praktek Bahasa Indonesia

Titip Rindu Buat Ayah 


Pagi itu aku seperti baru lahir kedunia yang begitu fana . Dunia yang amat tak diinginkan oleh siapapun didunia ini ,Selaksa peristiwa tak bisa ku lihat dan kusimpan dimemoriku layaknya remaja diluar sana.
Sosok  malaikat yang tuhan titipkan kepadaku . Sosok yang tegar,bertanggung jawab,dan selalu mengajari serta menjagaku Aku biasa memanggilnya dengan Sebutan AYAH. Sosok yang telah merasakan pahit manisnya hidup didunia kini membaginya dikehidupanku . Aku hanyalah anak yang beruntung masih bisa menyentuh yang namanya bumi,bisa mendengar suara yang berbicara tetapi aku tak bisa melihat apa yang mereka lihat yaa aku hanya anak buta tak berdaya.
Saat harus menikmati hidup layaknya remaja diluar sana aku hanya berdiri diam dan merenung sambil memegang tongkat yang menjadi teman hidupku saat itu. Ayahpun berangkat kerja seperti biasanya seorang pemulung yang berkeliling komplek untuk mencari  botol” bekas seperti biasanya. Ayah pun pamit kepadaku ( ayah pergi dulu ya jaga rumah jangan kemanamana asalamualaikum “sambil bersalam kepada ayah”) . Setelah itu aku masuk kembali kedalam rumah dengan tongkatku yang selalu menemaniku , aku kembali menyapu saat itu rasa sedih kembali menyapa aku . Aku selalu ingat pengorbanan ayah yang selalu menyemangatiku ,Menjagaku,membesarkanku ,dan mengajariku apa yang  aku tak tau. Dan saat itupula aku kembali bertanya kepada tuhan dengan nada marah dan sedih . Tuhan ?? Mengapa aku diciptakan seperti ini tuhan ??Bahkan aku tak tau sosok yang membesarkanku dan merawatku saat ini!! Hanya suara yang dapat aku dengarkan , Bukankah aku hanya menyusahkan orang disekelilingku tuhan !! aku malu akan semua kekuranganku yang menyulitkan mereka dengan (duduk dan menangis). Aku malu tuhan !! bahkan aku tak berdaya ketika ayah sakit , tubuhnya yang telah lemah dan tak berdaya ini hendaknya istirahat dimasa tuanya . Sedangkan ku hanya diam dirumah , untuk apa kau memberikan nyawa ini kepadaku tuhan ?? saat itu pun aku berhenti dan tertidur tersandar didinding.

Senja pun menyelimuti  hariku dan berganti malam kelak itu .Terdengar suara ketukan pintu , dan bernar ternyata itu ayah . aku kedepan dan membukan pintu dan menyanyakan ayah (bagaimana ayah dapat banyak botol bekasnya?? Ayahpun menjawab iya nak (dengan terdengar hembusan nafas yang amat lelah . Aku dan ayah pun masuk rumah dan istirahat  digubuk kami . Kembali aku duduk termenung dikasurku ,  bagaimana sosok malaikat ku ?? ingin sekali aku melihatnya tersenyum,dan melihanya ketika tidur larut dan terlarut aku pun tertidur.

Keesokan paginya , ayah pergi bekerja seperti biasanya tanpa pamit , ketika aku bangun dari tidur dan aku memenggil”nya “ ayah ayah “ kemana ayah yaa?? Kok udah tidak ada ?? Mungkin sudah berangkat kerja , tapi kok tak seperti biasanya ayah tak pamit kepadaku ?? Lalu aku mengambil sapu seperti biasanya menyapu teras ( sudah bersih mungkin aku lalu bergegas kedalam dengan tongkatku).
Mentari kembali berdiri tegak diatas kepalaku dan aku hanya duduk menggu ayah datang ,baru saja aku duduk  lalu (aku mendengar ketukan pintu yang begitu keras dengan disertai orang ramai ) aku bergegas menuju pintu depan untuk  membukanya , Ternyata orang ramai mengantarkan sosok malaikatku yang terbaring tak bernyawa tertabrak mobil yang melintas tanpa memandang aturan lalu lintas . Aku pun lalu duduk menangis  menyanyakan mengapa ayah ?? mengapa ??, memanggil ayah untuk bangun kembali hidup menemaniku (ayah bangun yah aku mohon bangun), menggoyangkana agar bangun dan bangun menangis tanpa batas waktu hanya ingin ayah kembali bangun dan menemaniku saat itu , hanya air mata yang mampu kuteteskan . Memegang raut wajahnya dan memeluknya dan berbisik kepadanya  ( ayah walalupun engkau tak ada lagi disisiku engkau tetap menjadi malaikan tanpa sayap dihidupku) beranjak kepemakaman hanya besit nama yang masih ada di hatiku akupun mengucapkan kata yang selalu ayah ucapkan kepadaku ( Bersyukurla selagi hidupmu berguna untuk membantu orang lain akan ku ingat katakatamu Malaikat Tanpa Sayapku ) , Hanya doa serta rindu mendalam  yangku titipkan untukmu semoga aku bertemu denganmu melaluli mimpi indahku ayah dan aku bergegas pergi meninggalkan pemakaman malaikan tanpa sayapku. 


Written 
Iga Ayu Oktavia 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar