Menunggu sebuah keajaiban itu bagai menunggu dunia yang entah kapan berakhir ?? Burung , kapan semua masamasa pahit kan berakhir ?? Laut , bisakah aku sepertiMu yang bebas akan hidup didunia ?? Mentari , dapatkah aku selalu tersenyum sepertimu ketika masalah datang menghampiriKu ?? Batu Karang , bisakah aku setegar sepertiMu yang selalu bertahan walaupun ombak terus Menerjang ?? Bintang , mampukah aku terus bersinar sepertiMu untuk Orang sisekelilingKu ?? Serta Bulan , Mungkin aku takkan sanggup sepertiMu karana kau hanya bersinar sendiri berdiri tegar tanpa dorongan siapapun ...
Semua masalah yang ku lantunkan menyelesaikanya bukan seperti membalikan telapak tangan .. Hati ini , perasaan ini terus terkuras bahkan terkikis tak berbentuk lagi . Bisahkah kamu bayangkan jika perumpamaan seperti itu ?? Bukankah katakata yang sangat jauh seprti itu .
Semakin hari aku tumbuh dan berkembang didunia ini bukan semakin nyaman menjalani hidup , semakin dewasa semakin banyak masalah yang menghadang . Masalah yang entah dari mana sumbernya , masalah yang terus mengujiku secara bertubi-tubi . Masalah yang mengajariKu untuk tetap bertahan seperti batu karang . Masalah yang terus membuatKu untuk tetap tersenyum seperti sang menentari.Masalah yang selalu membuatKu termotivasi untu orang-orang yangKu sayang seperti Bintang Kecil dilangit Malam.
Semua yang terjadi didunia telah melatihKu menjadi sosok gadis yang tak boleh mengeluh , tak boleh putus asa , selalu tegar ,dan tersenyum menghadapi semua masalah yang menghadang . Gadis yang selalu tersenyum walaupun terkadang penyakit datang tiba-tiba entah apa dan bagaimana aku pun tak tau itu ,tak ingin mengurus masalah tentang itu . Tapi aku selalu bersyukur kepadaMu yaRabbKu kau telah mengirimku sampai kedunia melalui Ayah dan Ibuku . Sosok seorang yang luarbiasa untukKu , seorang yang tak pernah mengeluh menjaga dan merawatku , seorang yang tak pernah meminta apaapa dariKu, seseorang yang rela berkorban demiKu dan seseorang yang selalu mengutamakan anak ke jenjang pendidikan yaitu kalian Ayah dan IbuKu . Kalian yang selalu usaha agar anakanak kalian tetap menempuh pendidikan agar tak seperti kalian biarpun panas terik sang mentari menembus ubun ubun kalian . Sungguh mulia Ayah dan Ibu maaf kan anakMu ini yang selalu MembuatMu marah, kesal , bahkan kecewa .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar