Jumat, 23 Januari 2015

#Edisi Lomba -_-

TOLONG AKU MALAIKAT KU
            Terbitnya dan terbenamnya matahari  menanti kelahiranku didunia ini. Detik semi detik selalu terhitung oleh kedua Orang Tuaku.  Sosok yang pertama kali aku kenal ketika dilahirkan adalah ibu, seorang yang mengandungku selama 9 bulan 10 hari saat aku masih menjadi benih dirahimya sampai sekarang aku terlahir didunia yang pahit katanya. Dunia aku belum mengenal kata itu, sampai sedemikian rupa aku beranjak menjadi seorang gadis yang memiliki keterbatasan. Jika dilihat secara fisik aku memang tiada kekurangan, tapi apakah kalian tau bagaimana aku sebenarnya.
            Terlahir dari seorang ibu dan ayah dalam keadaan pas-pasan. Mungkin bukan hal yang kita inginkan didunia ini, tapi bagaimana mungkin kita tau alur cerita yang tuhan berikan untuk kita. Kita hanya bisa mensyukuri semua nikmat dan karunia yang telah tuhan berikan. Mungkin masih banyak orang diluar sana yang  tak seberuntung aku, masih bisa meninjakkan kaki dijenjang sekolah seperti ini. Sebuah kekurangan memang menyelimuti semua umat manusia, tapi kekurangan  bukanlah sebuah penghalang untuk mengejar sebuah cita-cita yang sudah lama kita angan-angankan sedari dulu.
            Keputusasaan selalu menerpa hidup ini mengapa demikian ?? Disinilah kita belajar mensyukuri semua nikmat yang telah tuhan berikan kepada kita sosok Ibu dan Ayah yang selalu menjaga,merawat serta mengajarkan kita. Sosok mereka yang selalu mendukungku ketika aku berada dalam keraguan akan terkepurukan.
            Dulu aku sosok gadis yang selalu menjalankan semua cobaan dengan senyuman. Setiap malam aku merasa kesakitan yang begitu bahkan dahsyat untukku,aku tidak tau itu apa. Dan kemudian hari aku baru menyadari bahwa aku berada diposisi yang begitu tragis.
Saat itu pun air mata ini menetes seketika ketika aku diagnosa trekena kanker. Aku merasa terpuruk, bukan seperti kenyataan yang aku terima . Hari demi hari yang ku lewati bersama sama dengan penyakitku ini. Sesampai disekolah aku hanya duduk merenungi takdir ini , sebuah takdir yang penuh kepahitan hidup yang ku jalankan detik demi detik perlahan. Rambut yang biasa terurai panjang sebahu saat ini hanya tinggal kenangan , helai demi helai rambut ini mulai rontok seketika. Hidung ini yang biasanya bernafas dengan biasanya menghirup  menjadi hidung yang setiap harinya mengeluarkan tetes demi tetes darah yang mengalir.
            Saat itupun keputusasaan ku hampir sebatas ujung kuku untuk kembali hidup, semua kata-kata yang telah kutuliskan tulus dari hatiku ini, kata-kata ini menjerit tanpa suara hingga menangispun tanpa tetesan air mata . Saat ini hanya kasih sayang dan cinta yang tulus dari Kedua orang tuaku serta teman-temanku. Mereka yang selalu menseportku untuk terus bangkin menjalani hidup. Walaupun semua takan kembali seperti semula. Terbesit dalam fikiranku hidup ini tak adil untuku , mengapa yang susah mangkin tambah susah ?? sedangkan yang kaya mangkin kaya ?? apakah ini adil ?? , pertanyaan itu yang selalu kulantunkan saat ku berdoa kepada Tuhan. Semua kekesalanku didunia ini kuungkapkan dengan apa adanya alur cerita didunia ini menyiksaku. Mengapa aku dilahirkan didunia seperti ini?? Sedangakan yang lain tidak, pertanyaan bodoh seperti itu yang selalu aku lantunkan. Seakan-akan aku tak bersyukur dengan semua takdir tuhan.

            Sesampainya pada keputus asaanku tuhan kembali menujukan bagaimana keadilan yang dia berikan padaku, aku masih bisa meninjakan kaki dijenjang pendidikan sampai sejauh ini. Dengan semua keterbatasaanku secara fisik.
            Tuhan kembali menujiku untuk kembali berusaha menjalani hidup.Sesampai sepulang sekolah aku kembali masuk dan duduk dikamarku sambil menonton tv ,tiba-tiba muncul tayangan berita yang memotivasiku untuk bangkit kembali dari sebuah keterpurukan panyakit ini. Berita yang membuatku menangis haru melihatnya. Bagaimana tidak ?? Sorang bayi yang baru beberapa bulan terlahir didunia terkena kanker otak yang begitu parah. Air mata ini tak bisa terbendung lagi menahanya ,bayangkan saja seorang bayi yang baru saja mengenal dunia serta belum mengenal ibu dan ayahnya didunia harus diberi cobaan yang begitu parahnya.
 Sebelum melihat berita itu semua harapan yang telah aku rancang hampir saja kandas seperti ditelan bumi. Saat itu pun aku berfikir tuhan memberi cobaan umatnya tidak melebihi keterbatasan umanya didunia. Pernah kucatat sejumlah kata-kata bahkan tulisan yang inginku sampaikan kepada tuhan,sebuah surat yang kutulis dengan berbagai macam kata-kata hingga doa yang kulantunkan dengan tulus lewat hatiku ini.
            Surat kecil ini berisi dengan sejumlah doa anak-anak didunia ini. Sampai sampai aku ingin melihat bayi yang terkena kanker tersebut,aku ingin menolongnya dengan semua keterbatasaanku . Tapi apa daya tubuh ini yang tak mampu menghadapi cobaan tuhan didunia ini . Hanya bisa membantu mendoakanya agar segera sembuh dan dibantu oleh orang-orang yang mempunyai harta lebih.
            Sesampai dirumah kembali aku masuk kedalam kamar ku . Dan dimalam itu terbesit aku untuk menulis semua perasaanku saat ini,semua cobaan yang aku lewati sehari-hari dengan beban yang begitu indah kau berikan kepadaku.Semua harapan ku diduniapun telah ku tuliskan.Selesai menulis semua tentangku, aku tak berani untuk kembali tidur aku takut ketika aku tidur aku telah berada ditempat yang asing tempat dimana hanya ada aku dan kesunyian serta kedinginan yang menyelimuti tubuh ini.
            Disini detik detik terakhir aku menulis pesan yang begitu hebat untukku . Sebuah cobaan yang begitu indah kau berikan untuku didunia ini ,disini juga aku belajar bagaimana untuk tetap bersyukur dengan segala nikmat dan karunia tuhan. Sosok ibu dan ayah yang selalu merawatku , hanya doa terbaik yang kulantunkan untuk kalian doa yang membuat kalian tegar menghadapi coban didunia.
            Terinspirasi dari sorang bayi yang terkena kanker,  yang bisa memotivasiku untuk berjuang kembali melawan penyakit yang mematikan ini. Bayi yang inginku tolong dengan sejumlah rupiah yang ku sumabngkan bukanlah sebanding dengan mereka yang memiliki harta melimpah .
            Aku kembali menempati posisiku dirumah sakit dengan keadaan koma berjuang antara hidup atau mati melawan penyakit ini. Disini tuhan yang telah menetukan jalanku untuk kembali bersamanya dialam lain.Terimakasih untuk sosok orang yang menemani,Mencintai,menyayangiku serta menolongku sampai detik terakhirku ini. Sebuah pesan yang terkandung dalam cerita singkat ini “Belajar saling menolong sesama umat manusia didunia, karana saat kekayaanmu menumpuk didunia saat itu pula setan akan mengecohkanmu untuk tidak menolong sesama umat manusia yang membutuhkan diluar sana”.
Sekian terimakasih..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar