TOLONG AKU MALAIKAT KU
Terbitnya
dan terbenamnya matahari menanti
kelahiranku didunia ini. Detik semi detik selalu terhitung oleh kedua Orang Tuaku. Sosok yang pertama kali aku kenal ketika
dilahirkan adalah ibu, seorang yang mengandungku selama 9 bulan 10 hari saat
aku masih menjadi benih dirahimya sampai sekarang aku terlahir didunia yang
pahit katanya. Dunia aku belum mengenal kata itu, sampai sedemikian rupa aku
beranjak menjadi seorang gadis yang memiliki keterbatasan. Jika dilihat secara
fisik aku memang tiada kekurangan, tapi apakah kalian tau bagaimana aku
sebenarnya.
Terlahir
dari seorang ibu dan ayah dalam keadaan pas-pasan. Mungkin bukan hal yang kita
inginkan didunia ini, tapi bagaimana mungkin kita tau alur cerita yang tuhan
berikan untuk kita. Kita hanya bisa mensyukuri semua nikmat dan karunia yang
telah tuhan berikan. Mungkin masih banyak orang diluar sana yang tak seberuntung aku, masih bisa meninjakkan
kaki dijenjang sekolah seperti ini. Sebuah kekurangan memang menyelimuti semua umat
manusia, tapi kekurangan bukanlah sebuah
penghalang untuk mengejar sebuah cita-cita yang sudah lama kita angan-angankan
sedari dulu.
Keputusasaan
selalu menerpa hidup ini mengapa demikian ?? Disinilah kita belajar mensyukuri
semua nikmat yang telah tuhan berikan kepada kita sosok Ibu dan Ayah yang
selalu menjaga,merawat serta mengajarkan kita. Sosok mereka yang selalu
mendukungku ketika aku berada dalam keraguan akan terkepurukan.
Dulu
aku sosok gadis yang selalu menjalankan semua cobaan dengan senyuman. Setiap
malam aku merasa kesakitan yang begitu bahkan dahsyat untukku,aku tidak tau itu
apa. Dan kemudian hari aku baru menyadari bahwa aku berada diposisi yang begitu
tragis.
Saat
itu pun air mata ini menetes seketika ketika aku diagnosa trekena kanker. Aku
merasa terpuruk, bukan seperti kenyataan yang aku terima . Hari demi hari yang
ku lewati bersama sama dengan penyakitku ini. Sesampai disekolah aku hanya
duduk merenungi takdir ini , sebuah takdir yang penuh kepahitan hidup yang ku
jalankan detik demi detik perlahan. Rambut yang biasa terurai panjang sebahu
saat ini hanya tinggal kenangan , helai demi helai rambut ini mulai rontok
seketika. Hidung ini yang biasanya bernafas dengan biasanya menghirup menjadi hidung yang setiap harinya
mengeluarkan tetes demi tetes darah yang mengalir.
Saat
itupun keputusasaan ku hampir sebatas ujung kuku untuk kembali hidup, semua
kata-kata yang telah kutuliskan tulus dari hatiku ini, kata-kata ini menjerit
tanpa suara hingga menangispun tanpa tetesan air mata . Saat ini hanya kasih
sayang dan cinta yang tulus dari Kedua orang tuaku serta teman-temanku. Mereka
yang selalu menseportku untuk terus bangkin menjalani hidup. Walaupun semua
takan kembali seperti semula. Terbesit dalam fikiranku hidup ini tak adil
untuku , mengapa yang susah mangkin tambah susah ?? sedangkan yang kaya mangkin
kaya ?? apakah ini adil ?? , pertanyaan itu yang selalu kulantunkan saat ku
berdoa kepada Tuhan. Semua kekesalanku didunia ini kuungkapkan dengan apa
adanya alur cerita didunia ini menyiksaku. Mengapa aku dilahirkan didunia
seperti ini?? Sedangakan yang lain tidak, pertanyaan bodoh seperti itu yang
selalu aku lantunkan. Seakan-akan aku tak bersyukur dengan semua takdir tuhan.
Sesampainya
pada keputus asaanku tuhan kembali menujukan bagaimana keadilan yang dia
berikan padaku, aku masih bisa meninjakan kaki dijenjang pendidikan sampai
sejauh ini. Dengan semua keterbatasaanku secara fisik.
Tuhan
kembali menujiku untuk kembali berusaha menjalani hidup.Sesampai sepulang
sekolah aku kembali masuk dan duduk dikamarku sambil menonton tv ,tiba-tiba
muncul tayangan berita yang memotivasiku untuk bangkit kembali dari sebuah
keterpurukan panyakit ini. Berita yang membuatku menangis haru melihatnya.
Bagaimana tidak ?? Sorang bayi yang baru beberapa bulan terlahir didunia
terkena kanker otak yang begitu parah. Air mata ini tak bisa terbendung lagi
menahanya ,bayangkan saja seorang bayi yang baru saja mengenal dunia serta
belum mengenal ibu dan ayahnya didunia harus diberi cobaan yang begitu parahnya.
Sebelum melihat berita itu semua harapan yang
telah aku rancang hampir saja kandas seperti ditelan bumi. Saat itu pun aku
berfikir tuhan memberi cobaan umatnya tidak melebihi keterbatasan umanya
didunia. Pernah kucatat sejumlah kata-kata bahkan tulisan yang inginku
sampaikan kepada tuhan,sebuah surat yang kutulis dengan berbagai macam
kata-kata hingga doa yang kulantunkan dengan tulus lewat hatiku ini.
Surat
kecil ini berisi dengan sejumlah doa anak-anak didunia ini. Sampai sampai aku
ingin melihat bayi yang terkena kanker tersebut,aku ingin menolongnya dengan
semua keterbatasaanku . Tapi apa daya tubuh ini yang tak mampu menghadapi
cobaan tuhan didunia ini . Hanya bisa membantu mendoakanya agar segera sembuh
dan dibantu oleh orang-orang yang mempunyai harta lebih.
Sesampai
dirumah kembali aku masuk kedalam kamar ku . Dan dimalam itu terbesit aku untuk
menulis semua perasaanku saat ini,semua cobaan yang aku lewati sehari-hari
dengan beban yang begitu indah kau berikan kepadaku.Semua harapan ku diduniapun
telah ku tuliskan.Selesai menulis semua tentangku, aku tak berani untuk kembali
tidur aku takut ketika aku tidur aku telah berada ditempat yang asing tempat dimana
hanya ada aku dan kesunyian serta kedinginan yang menyelimuti tubuh ini.
Disini
detik detik terakhir aku menulis pesan yang begitu hebat untukku . Sebuah
cobaan yang begitu indah kau berikan untuku didunia ini ,disini juga aku
belajar bagaimana untuk tetap bersyukur dengan segala nikmat dan karunia tuhan.
Sosok ibu dan ayah yang selalu merawatku , hanya doa terbaik yang kulantunkan
untuk kalian doa yang membuat kalian tegar menghadapi coban didunia.
Terinspirasi
dari sorang bayi yang terkena kanker, yang bisa memotivasiku untuk berjuang kembali
melawan penyakit yang mematikan ini. Bayi yang inginku tolong dengan sejumlah
rupiah yang ku sumabngkan bukanlah sebanding dengan mereka yang memiliki harta
melimpah .
Aku
kembali menempati posisiku dirumah sakit dengan keadaan koma berjuang antara
hidup atau mati melawan penyakit ini. Disini tuhan yang telah menetukan jalanku
untuk kembali bersamanya dialam lain.Terimakasih untuk sosok orang yang
menemani,Mencintai,menyayangiku serta menolongku sampai detik terakhirku ini.
Sebuah pesan yang terkandung dalam cerita singkat ini “Belajar saling menolong sesama umat manusia didunia, karana saat
kekayaanmu menumpuk didunia saat itu pula setan akan mengecohkanmu untuk tidak
menolong sesama umat manusia yang membutuhkan diluar sana”.
Sekian terimakasih..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar